Makan Ikan Atau Plastik

Makan Ikan Atau Plastik

Seberapa  taukah kalian akibat dari penggunaan plastik sintetik atau plastik sekali pakai  terhadap lingkungan dan kesehatan kita?.

Plastik yang kita gunakan selama ini mayoritas terbuat dari polimer petrokimia. Bahan tersebut dapat menimbulkan efek buruk pada lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai dan membutuhkan waktu 10-1000 tahun untuk bisa terurai dengan tanah. Selain berbahaya pada lingkungan bahan tersebut juga bersifat karsinogenik. Jika plastik tersebut diaplikasikan untuk kemasan makanan dan digunakan terus menerus maka dapat menggangu kesehatan pemakainya.

Di Indonesia, plastik banyak digunakan sebagai pengemas makanan dan minuman. Hal tersebut dibuktikan dengan Data dari INAPLAS Tahun 2015 yang menyatakan bahwa konsumsi plastik mencapai 17kg/kapita/tahun. Jika pada tahun 2017 rakyat Indonesia sekitar 261 juta jiwa, maka penggunaan plastik secara lokal mencapai 4,44 juta ton. Banyaknya penggunaan plastik sekali pakai tersebut menjadikan Indonesia juara dua sedunia dengan nominasi pembuang sampah plastik ke laut.

Pembuangan sampah ke laut menyebabkan pencemaran dan terganggunya ekosistem laut. Mungkin jika penggunaan plastik tidak dikurangi sampai tahun 2025, sampah plastik akan lebih banyak menghuni lautan daripada ikan dan kita tidak akan bisa makan ikan laut lagi yang memiliki manfaat bagus untuk perkembangan otak kita. Masalah tersebut dapat terjawab apabila semua pihak dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai atau kemasan plastik dalam kehidupan sehari-harinya. Hal tersebut harus kita lakukan karena dengan daur ulang sampah plastik saja belum bisa mengatasinya.

Kita bisa mulai menerapkan langkah kecil untuk mengurangi penggunaan plastik dengan cara membawa kantong belanja sendiri dari rumah, membawa tumblr sendiri, membawa kotak makan jika membeli makanan atau jajan dari luar, dan mengurangi penggunaan sedotan plastik. Mungkin berat untuk memulai gerakan tersebut. Tapi kita harus berfikir ulang lagi dampak dari permasalahan tersebut bagi lingkungan sekitar dan diri kita sendiri. (Jtr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *