Cek Kesehatan Gratis dengan Desesah

Cek Kesehatan Gratis dengan Desesah

Surabaya, Teknik Kimia Industri – Kesehatan itu mahal harganya, begitu bunyi istilah yang sudah sangat sering didengar oleh banyak orang. Menilik dari istilah tersebut, Himpunan Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri (HIMA DEKKIM) menggelar suatu kegiatan bagi anggotanya dalam bidang kesehatan. Kegiatan itu diberi nama Dekkim Sehat Sejahtera (Desesah) yang diselenggarakan pada Minggu, (8/3). Terdapat seminar dan pengecekan kesehatan bagi setiap anggota mahasiswa seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, tes buta warna, tes mata minus, dan lain sebagainya.

Pola hidup tidak sehat dinilai menjadi faktor penyebab mahasiswa mengalami penyakit yang biasa diderita oleh para lansia. Kebiasaan makan pada dini hari bahkan sudah biasa dan sering dilakukan. Begitupun sarapan selalu dilewatkan oleh mahasiswa ditengah padatnya kesibukan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tidak sehat tanpa diimbangi dengan olahraga semakin membuat berbagai penyakit menumpuk di dalam tubuh. Bahkan ditambah anggapan bahwa waktu senggang lebih baik digunakan untuk tidur daripada berolahraga. Berdasarkan beberapa kasus, mahasiswa khususnya mahasiswa teknik dapat terkena penyakit seperti asam urat maupun kolestrol. Hal ini yang menyebabkan mayoritas mahasiswa gugur pada saat tes kesehatan ketika proses pendaftaran di suatu perusahaan tertentu. Jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini khawatir akan menjadi hambatan suatu saat nanti. Untuk itu Desesah diadakan agar setiap mahasiswa bersedia mengecek kesehatan tubuh tanpa terkecuali supaya selanjutnya bisa mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik.

Desesah dibuka dengan seminar kesehatan yang dilakukan oleh dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes. Beliau merupakan salah seorang Direktur di RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo. Selain itu, menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya juga turut dalam profesi yang biasa dilakukannya. Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting bagi mahasiswa sebab mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan tonggak kepemimpinan kelak.

Berbagai kiat dan pesan telah dr. Tjatur berikan kepada mahasiswa yang hadir pada saat itu supaya menjaga pola makan dengan pedoman yang tepat. Salah satunya dengan makan makanan empat sehat lima sempurna. Bunyi kampanye Pemerintah tersebut memang sejak dulu didengar, tapi sebagai mahasiswa yang harus mengatur keuangan dengan baik untuk perihal makanpun memang harus diatur seminim mungkin. Intinya mahasiswa mampu makan dengan budget minim tapi hasilnya mengenyangkan.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi pengecekan kesehatan. Untuk pengecekan kesehatan seperti tes tensi, gula darah, asam urat, dsb dilakukan oleh PMI Universitas Airlangga (UNAIR). Adanya alat tes dan Sumber Daya Manusia yang memadai menjadi alasan dipilihnya PMI UNAIR. Sistem pengecekan dilakukan secara acak dan harus antre terlebih dahulu. Jadi diawal acara telah diberikan nomor antrian oleh panitia yang nantinya digunakan dalam sesi pengecekan kesehatan.

Hasil dari beberapa tes tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang melampaui batas normalnya. Seperti yang telah dikatakan diawal bahwa tidak menutup kemungkinan mahasiswa dapat memiliki penyakit yang diderita para lansia. Dari hasil tersebut, pihak dari PMI UNAIR menghimbau agar mahasiswa yang memiliki asam urat, gula darah hingga kolestrol tinggi untuk lebih mengontrol kembali makanan yang biasa dikonsumsi. Hal ini juga berlaku untuk mahasiswa kategori normal untuk tidak mengonsumsi makanan pemicu berbagai penyakit jahat tersebut.

Selanjutnya dilanjutkan dengan tes mata yang dipegang oleh tim Ikatan Refraksi Optisien Indonesia (IROPIN) Jawa Timur. IROPIN dipilih karena merupakan suatu tenaga ahli keteknisan dalam bidang kesehatan mata. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh nanti dapat dikatakan terjamin. Terdapat beberapa tes yang dilakukan seperti tes buta warna, ketajaman mata, dan mata minus.

Pada tes buta warna, pihak IROPIN menggunakan metode yang umum dilakukan yaitu dengan memberikan gambar lingkaran dengan gradasi warna dimana dalam gambar tersebut terdapat angka yang harus ditebak. Lalu dilanjutkan dengan tes ketajaman mata utuk mengetahui apakah kondisi kedua mata bergarak kearah sama atau tidak. Jika tidak bergerak kearah sama berarti mengalami strabismus atau mata juling. Dan tes terakhir yang dilakukan oleh pihak IROPIN adalah tes mata minus. Peran IROPIN disini hanya untuk mengecek kondisi mata mahasiswa yang mengalami penambahan atau pengurangan mata minusnya tanpa memesan kacamata untuk digunakannya nanti.

Pada Desesah kali ini, harapan dari panitia agar antusiasme peserta lebih meningkat lagi di tahun depan. Selain itu dari segi konsep dapat lebih baik dan matang lagi. “Manfaatkan acara ini dengan sebaik mungkin. Dan jangan malu untuk mengecek kondisi kesehatan. Karena dengan mengetahui kondisi kesehatan saat ini sangat berguna untuk melakukan pencegahan agar tidak menyesal di kemudian hari” ujar Farhan, selaku ketua panitia Desesah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *