Berita UtamaKesma

Matrice Healthy Moment Webinar

Halo anggota himpunan! Kali ini admin mau berbagi soal webinar tentang mengatasi insecure di social media ya! Webinar HMMT kali ini diadakan oleh Departemen Kesejahteraan Mahasiswa mengundang mbak Laras Safa dari Departemen Psikologi Universitas Brawijaya. Gimana udah penasaran kan?

Menurut mbak Laras, social media adalah platform, sehingga tidak perlu kita terlalu anti dengan social media, yang penting kita bisa gunakan secara bijak.

Perlu kita sadari social media terkadang tidak bisa menggantikan interaksi di dunia nyata. Sebagian besar interaksi di social media seperti di Instagram adalah likes. Sedangkan manusia membutuhkan interaksi lebih, hal ini dapat diatasi dengan video call, dengan melihat ekspresi lawan bicara dan melihat langsung dapat memenuhi kepuasaan batin kita.

Pada masing-masing social media seperti twitter, instagram, facebook, tiktok, dan lain lain memiliki pasarnya masing-masing. Dan tiap individu memiliki preferensinya sendiri, misal ada orang yang suka membagikan kehidupannya ataupun memposting quotes untuk self healing yang bisa membuat mereka merasa lebih baik. Ada pula orang yang menggunakan social media hanya  untuk bersenang-senang. Kita bisa bersikap bijak untuk tidak menjustifikasi preferensi orang lain itu buruk, dan tidak mengontrol faktor eksternal. Lebih baik kita mengontrol yang bisa kontrol sesuai preferensi kita seperti unfollow, block, ataupun tidak melihat postingan yang tidak kita sukai.

Narasi umum sekarang, insecure dirasa tidak boleh, padahal insecure dapat menjadi motivasi untuk berubah dan berkembang. Namun memang insecure yang berlebihan dan tidak sepadan dengan output yang dihasilkan dapat menyebabkan kehilangan jati diri.

Kita harus lebih bijak dalam menyaring konten di social media, karena terdapat akun-akun yang memiliki kepentingan tertentu yang berbeda beda. Misalkan pada akun psikologi, lebih mengejar perasaan secure sehingga kita nyaman dengan kondisi sekarang. Hal ini karena akun psikologi lebih melakukan pendekatan secara mental, agar audiens nya tidak lebih bahagia. Sedangkan akun bisnis dan pengembangan diri misalnya mengejar rasa insecure, karena agar bisnis mereka laku mereka butuh kita untuk merasa insecure, dan tidak puas dengan keadaan sekarang sehingga akhirnya kita akan membeli produk mereka.

Di social media terdapat fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan untuk ketinggalan informasi. Untuk mengontrol hal ini dapat dilakukan puasa social media. Social mediasendiri bekerja seperti hormon positif, dopamin. Sehingga menimbulkan adiksi. Yang bisa kita lakukan adalah self healing entah dengan beralih ke social media lain ataupun membatasi diri menggunakan social media.

Sekian dulu dari admin ya, kalau ingin tahu lebih lengkap silakan tonton video rekaman webinar di bawah ini ya! Cheers!

Link untuk download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *