New Normal

New Normal Education

Tips Belajar di Rumah Selama Pandemi Corona Covid-19

Aturan yang diterapkan pemerintah pada dunia pendidikan saat ini adalah pembelajaran di rumah karena pandemi virus Corona. Walaupun kebijakan itu sangat baik tetapi belajar di rumah terkadang muncul rasa malas dibandingkan ketika berada di sekolah atau kampus. Nah, berikut ada tips yang bisa kamu lakukan untuk melawan hal tersebut. Tips ini juga bisa dipakai untuk tugas-tugasmu lainnya juga yang dikerjakan secara “online”.

Kondisikan Seperti di Sekolah atau Kampus

Kondisikan suasana belajar seperti disekolah atau kampus. Tegas terhadap diri sendiri. Untuk belajar, kamu bisa pilih waktu yang tepat serta tempat yang nyaman. Sehingga kamu bisa mengerjakan dengan baik. Usahakan kamu tetap bangun pagi dan mandi pagi. Karena jika tidak mandi akan berpengaruh pada mood kamu untuk belajar.

Jaga Manajemen Waktu

Atur waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas yang dibebankan guru atau dosen. Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah di menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang mesti ditanamkan kepada siswa yang melakukan remote learning.

Belajar dengan Serius

Kesalahan yang sering dilakukan siswa, sebagaimana dilansir dari Psychology Today adalah tidak fokus ketika melakukan remote learning. Selama melakukan pembelajaran di rumah, terdapat banyak sekali ‘gangguan’ yang mengganggu proses pembelajaran. Godaan untuk menonton video, mengakses media sosial, hingga membaca-baca konten berita. Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk berusaha fokus dan konsisten selama waktu belajar yang ditetapkan. Hindari segala macam gangguan. Jika memungkinkan, sediakan ruang khusus untuk belajar dan menjauhkan diri dari gangguan anggota keluarga yang lain.

Diskusi

Belajar di rumah itu perlu diskusi agar mendapatkan apa yang dicari. Diskusi bersama teman-teman secara online. Baik dari chat hingga video call. Selain itu berdiskusi juga dapat menghilangkan rasa bosan.

Nah, bagaiamana teman-teman? Semoga tips di atas bisa membantumu belajar selama WFH ya. Tenang saja, tidak harus semua tips kamu lakukan. Cukup lakukan yang membuat mu nyaman. Have Fun!

sumber: https://www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/before-you-leave/tips-belajar-dirumah-selama-pandemi-corona-covid-19/

Bagaimana Sekolah dan Pendidikan di Luar Negeri Selama
Pandemi Covid-19?

Pendidikan jadi salah satu sektor yang terkena imbas pandemi Covid-19. Di Indonesia, sampai sekarang, sekolah-sekolah masih ditutup. Pembelajaran diubah menjadi online learning. Semua demi kita yang tetap sehat dan menurunnya jumlah korban. Meskipun tidak bisa dimungkiri, keputusan ini harus dibayar mahal. Apakah metode pembelajaran online learning ini efektif? Masalah-masalah ini ditambah dengan kakak kelas yang kemarin mempersiapkan diri menghadapi UTBK. Tahun ajaran baru untuk PAUD, SD, dan SMP pun akan dimulai bulan Juli ini, juga dengan metode online. Tapi, apa yang terjadi di negara lain?

Eropa

Pada 18 mei lalu, berbagai Menteri Pendidikan dari EU  mengadakan perbincangan mengenai pembukaan sekolah kembali. Pada masa itu, 22 negara Eropa sudah mengembalikan murid ke sekolah selama beberapa minggu. Kebanyakan, sih, (17 negara) baru mengembalikan anak TK, SD, dan SMP yang udah kelas-kelas akhir. Setelah pembukaan ini, ternyata nggak terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan. Meskipun, nggak bisa dimungkiri juga, Israel dan Prancis punya klaster baru yang didapat dari lingkungan sekolah gara-gara sekolah dibuka lagi. Tapi, skalanya masih kecil dan bisa diperkirakan.

Korea Selatan

Seperti yang kita tahu, Korea Selatan adalah negara yang cukup care sama pendidikan. Persaingannya ketat. Murid-murid bakalan berlomba siang malem supaya bisa dapet nilai bagus di ujian masuk kampus. Bayangin, ujian masuk kampus di sana, tuh, kayak ujian 8 jam penuh dan bagi mereka ujian ini jadi semacam momen krusial karena berpengaruh besar ke masa depan orang-orang Korea.

Berhubung situasi corona, ujian ini diundur sampai Desember. Bakalan ada 440 ribu murid yang bersaing buat nentuin masa depan dan karir di situ. Kampus-kampus kayak Universitas Yonsei akhirnya bikin pembelajaran jarak jauh kayak rekaman video, live telelecture sampai 28 maret
kemarin.

Satu hal yang khas di Korea Selatan juga ini: hagwon. Semacam tempat les privat yang biasa didatangin murid sepulang sekolah. Nah, berhubung sekarang sekolah pada tutup, hagwon ini ngasih tugas bisa berkali-kali lipat dibanding sebelumnya.

Tiongkok

Setelah 76 hari melakukan lockdown, dan tidak ditemukan kasus positif baru, sejak bulan mei lalu, murid di Wuhan, Tiongkok, sudah berangsur-angsur kembali ke sekolah. Sedikit demi sedikit, pemerintah membuka kembali lembaga pendidikan mulai dari TK sampai kampus. Kurang lebih ada 39% murid yang telah kembali melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah. Mereka yang bisa kembali adalah mereka yang sedang menyiapkan gaokao, semacam UTBK versi mereka gitu deh. Tanggal 7-10 Juli kemarin, anak SMA di Tiongkok lagi nyiapin ujian buat masuk kampus. Jadi, ya, kurang lebih situasinya sama kayak kita. Suasananya lagi “hot” dan kompetisi sedang ketat-ketatnya. Di tengah pandemi kayak gini, orangtua dan murid sama-sama cemas karena harus berebutan masuk ke kampus-kampus yang mereka mau. Apalagi tahu sendiri, kan, gimana kerasnya pendidikan di Tiongkok? Strategi “penerapan banyak tugas dan metode pengulangan” itu. Pembelajaran jarak jauh tentu jadi masalah tersendiri. Baik dari sisi murid, maupun guru.

Sumber: https://blog.ruangguru.com/sekolah-selama-covid

New Normal Healthy

Cuci Tangan vs Hand Sanitizer, Mana Lebih
Efektif Cegah Corona?

Virus yang menyerang pernapasan seperti coronavirus COVID-19 menyebar ketika tetesan yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Yang paling sering, virus akan masuk ke tubuh melalui tangan.

Selama pandemi corona COVID-19, salah satu cara termurah, termudah, dan paling penting untuk mencegah penyebaran virus adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air. Mengapa Anda harus cuci tangan?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencuci tangan dengan sabun dan air akan membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda. Selain mencuci tangan, WHO juga menyarankan untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Mana yang lebih efektif mencegah virus corona?

Sanitizer pada dasarnya adalah isopropil alkohol, plus gel, ditambah minyak esensial. Pada awalnya, rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya menggunakan solusi ini untuk dokter yang tidak sempat pergi ke kamar kecil untuk mendisinfeksi diri sebelum bertemu pasien.

Cara sanitizer bekerja terutama melalui kekuatan alkohol. Alkohol dapat “membunuh” banyak jenis bakteri dan virus dengan menghancurkan lapisan terluar mereka, membuat mereka tidak dapat mengambil alih inang. Ini tidak efektif dengan virus dengan kulit luar yang keras, seperti norovirus. Namun, dalam keadaan darurat, sanitizer akan melindungi Anda dari virus tak kasat mata yang mungkin ada di transportasi massal
atau toilet umum.

Sabun bekerja sedikit berbeda. Alih-alih membunuh virus dan bakteri, tujuannya adalah untuk mengangkat kotoran, minyak, dan agen berbahaya lainnya yang ada di tangan Anda. Sanitizer tidak menghilangkan apaapa: sanitizer hanya mensterilkan bakteri dan virus dan dapat meninggalkan pestisida atau spora di tangan Anda.

Membasuh virus corona mungkin tidak terdengar sekeras menghentikannya, tetapi terbukti lebih efektif, terutama untuk patogen yang terbungkus lendir.

“Tidak ada alasan apapun yang membuat alkohol lebih baik daripada mencuci tangan secara efektif,” kata Preeti Malani, seorang profesor medis yang berfokus pada penyakit menular di University of Michigan, seperti dikutip Popular Science.

Untuk menggunakan sanitizer dengan benar, keluarkan produk sekitar tiga milimeter (seukuran payet) ke telapak tangan Anda dan gosokkan setidaknya 10 hingga 15 detik hingga tangan Anda kering. Anda dapat melakukan ini kapan pun Anda merasa perlu. Namun, sejauh ini, mncuci tangan masih menjadi solusi terbaik dari pencegahan terhadap virus corona. Pasalnya, sabun dan air mengalir terbukti efektif dalam menghalau berbagai jenis kuman dan bakteri. Menurut CDC, mencuci tangan efektif sebab:

– Orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka tanpa menyadarinya. Kuman bisa masuk ke tubuh melalui mata, hidung dan mulut dan membuat kita sakit.
– Kuman dari tangan yang tidak dicuci dapat masuk ke makanan dan minuman sementara orang menyiapkan atau mengkonsumsinya. Kuman dapat berkembang biak di beberapa jenis makanan atau minuman, dalam kondisi tertentu, dan membuat orang sakit.
– Kuman dari tangan yang tidak dicuci dapat ditransfer ke benda lain, seperti pegangan tangan, puncak meja, atau mainan, dan kemudian ditransfer ke tangan orang lain.
– Mengusir kuman dan virus melalui cuci tangan membantu mencegah diare dan infeksi saluran pernapasan dan bahkan dapat membantu mencegah infeksi kulit dan mata.

Jika Anda lebih suka menggunakan sanitizer, itu tidak masalah. Akan tetapi, tetap pastikan untuk mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah menyentuh permukaan. Ingat juga untuk mendisinfeksi permukaan secara rutin di rumah atau kantor Anda yang berisiko kena tetesan batuk atau bersin.

Sumber: https://tirto.id/cuci-tangan-vs-hand-sanitizer-mana-lebih-efektif-cegah-corona-eKp4

Masker vs Face Shield, Lebih Efektif Mana untuk Cegah Corona?

Di tengah era new normal virus Corona, masker dan face shield merupakan dua barang penting yang kini banyak dipakai masyarakat. Kedua
barang ini digunakan untuk mencegah penularan virus Corona. Terlebih ketika seseorang melakukan aktivitas di luar rumah.

Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing ketika digunakan. Saat ini pemakaian masker sangat dianjurkan oleh pemerintah maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara di era new normal ini, face shield atau pelindung wajah sedang naik daun. Banyak yang menilai, face shield memberikan perlindungan lebih baik ketimbang masker kain. Selain itu, face shield bisa melindungi bagian wajah, seperti mata, hidung, dan mulut dari droplet.

Masker Kain

Masker kain yang sedang marak disarankan saat ini bisa digunakan berkali-kali, tak lupa dicuci hingga bersih saat ingin dipakai lagi. Tak hanya itu, masker kain mudah untuk diproduksi sendiri dan harganya terjangkau. Masker kain juga dapat menahan droplet dan menangkal hingga 70 persen partikel.

Meskipun begitu, masker kain tidak bisa memproteksi semua jenis partikel yang ada. Kekurangan lainnya, virus dapat menempel pada pori-pori kain. Meskipun bisa menahan droplet, masker ini tetap bisa ditembus aerosol dan airborne.

“Efektivitas filtrasinya pada partikel dengan ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen tersaring atau dicegah. Tentu saja karena masker kain tetap ada kebocoran dan keuntungannya masker ini dapat dipakai berulang tapi perlu dicuci,” kata dr Erlina Burhan, SpP, ahli paru dari RSUP Persahabatan beberapa waktu lalu.

Face Shield

Face shield lebih nyaman digunakan dibanding masker, karena tidak menghalangi pernapasan. Sama seperti masker, face shield juga mudah dibersihkan dengan sabun dan air ataupun disinfektan. Selain itu, penggunaannya tidak menutup ekspresi wajah karena bahannya yang tembus pandang. Pelindung wajah ini diketahui dapat mengurangi virus yang bisa diinhalasi sebesar 92 persen. Namun, karena tidak memiliki segel yang baik, memungkinkan aerosol tetap bisa menembus. Selain itu, face shield sulit untuk diproduksi sendiri.

Lalu Mana yang Lebih Baik

Ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, mengatakan bahwa masker kain maupun face shield mempunyai kelebihan masing-masing. Jadi, tidak bisa dibandingkan antara keduanya dalam upaya pencegahan virus Corona.
Untuk hasil maksimal dalam mencegah penularan virus Corona, dr Erni menyarankan untuk menggunakan keduanya bersama. “Menggunakan masker kain ditambah dengan face shield itu jauh lebih baik proteksinya, karena virusnya akan terhalang,” kata dr Erni saat dihubungi
detik.com, Kamis (25/6/2020). “Jadi lebih baik menganjurkan keduanya daripada membandingkan antara keduanya,” tutupnya.

Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5068258/masker-vs-face-shield-lebih-efektif-mana-untuk-cegah-corona

New Normal Business

Strategi Bisnis di Era New Normal

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia selama wabah pandemi covid-19 membuat pertumbuhan bisnis online melonjak hingga 80% lebih cepat ketimbang bisnis online. Salah satunya dikarenakan antisipasi masyarakat terhadap kesehatannya sehingga hanya mengandalkan gadget mereka untuk berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berikut beberapa ide bisnis saat new normal yang dibagikan oleh Alya Mirza seorang Co-Founder CV Brand Indonesia saat menjadi narasumber di kegiatan Webinar Digination dengan tema ‘Business Go Digital In The New Era Of New Normal’ yang diselenggarakan oleh kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Surakarta, Senin (22/6/2020).

Konversikan Bisnis Konvensional ke Ecommerce

Pandemi virus corona yang melanda wilayah Indonesia memaksa masyarakat untuk tetap berdiam diri dirumah dan menerapkan sosial distancing sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan hampir semua orang beralih ke online untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier. Bahkan di era new normal saat ini, market place tetap menjadi tumpuan utama untuk berbelanja. Untuk mengubah bisnis konvensional menjadi digital cukup mudah, hal yang diperlukan hanya smartphone, serta hare semua bisnis yang dimiliki kedalam sosial media, gunakan marketplace seperti shopee, lazada dan lainnya untuk mengembangkan jangkauan pelanggan.

Bisnis Frozen Food

Bekerja dari rumah dalam kurun waktu yang lama dan ketakuatan keluar rumah membuat bisnis frozen food saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Praktis, awet, dan murah menjadi pilihan utama masyarakat untuk memilih frozen food sebagai bahan makanan sehingga bisnis frozen food sangat menguntungkan.

Minuman Herbal/Jus Kesehatan

Pandemi corona menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan menjaga imun tubuh. Sehingga bisnis minuman jamu/jus kesehatan menjadi prospek yang sangat bagus di era new normal ini.

Katering Makanan Sehat

Selain itu paket menu katering dengan jenis diet yang populer saat ini juga banyak dilirik oleh konsumen saat ini, karena tidak sedikit orang-orang yang ingin menjaga tubuh tetap ideal atau memanfaatkan momen bekerja di rumah untuk melakukan diet sehat. Sediakan juga paket bahan makanan untuk bisa dimasak di rumah seperti bahan memasak sayur lodeh, sayur asem, sup kaldu, lauk pauk dan lain-lain yang menjadi menu favorit orang Indonesia.

Pengajar Online Berbayar

Memiliki skill dan kemampuan mengajar dapat digunakan untuk mencoba membuka kelas sendiri yang berbayar. Membuka kelas di website-website yang sering digunakan untuk belajar online. Kelas online saat ini yang paling banyak dicari adalah dgigtal marketing, Desain
grafis, memasak, dan kursus untuk anak sekolah tingkan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)

Online Shop Kebutuhan Sehari-hari

Satu peluang bisnis lain yang pasti banyak dilirik di era new normal adalah toko online yang menjual kebutuhan sehari-hari selengkap mungkin. Ini adalah beberapa ide bisnis yang bisa dijadikan pilihan untuk para pengiat bisnis atau orang-orang yang ingin memulai bisnis. Walau masih banyak ide bisnis lainnya juga yang dapat dipilih, akan tetapi semua bisa dimulai dengan menentukan target pasar dan melakukan survei pasar mengenai trend yang sedang disukai oleh para konsumen.

Sumber: https://m.tribunnews.com/amp/techno/2020/06/24/beberapa-peluang-bisnis-yang-bisa-dicoba-saat-new-normal?page=all

Strategi Bisnis di Era New Normal

New normal oh new normal, apakah benar – benar normal?, atau apakah benar – benar baru (new) ? Mungkin banyak dari kita yang akan mengatakan apa bedanya ya, kita semua tetap menjalankan aktivitas bisnis seperti biasa, hanya saja harus menggunakan masker, rajin mencuci tangan, kurangi bersentuhan langsung dengan suatu benda dan sesama manusia dan tentu saja menjaga jarak. lalu apakah hal tersebut bisa dikatakan new normal?

Terlepas dari perdebatan pemahaman dan penerapan new normal kita harus kembali fokus pada alasan utama kenapa kita harus melakukan semua hal tersebut, dan memahami apa penyebab utamanya. kita semua paham permasalahan covid ini tidak bisa hilang untuk waktu yang lama entah sampai kapan, mungkin sampai yang belum nikah menjadi orang tua atau bahkan menjadi Kakek dan Nenek, virus ini akan tetap ada, lalu kita sebagai manusia harus tetap menjalankan kehidupan kita dan mempertahankannya.

Salah satu hal yang harus kita lakukan adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri kita sendiri dan keluarga, lalu bagaimana cara bertahan ditengah situasi ini, saat ini telah banyak penjelasan mulai dari artikel hingga webinar tentang penyesuaian pekerjaan dan strategi bisnis di era new normal, namun secara singkat hal – hal yang harus kita lakukan dalam hal mengelola bisnis adalah sebagai berikut :

  1. memahami perubahan perilaku konsumen kita. kenapa?, karena sebagai customer mereka memiliki rasa kekhawatiran terhadap produk yang akan mereka beli, cara pelayan toko/outlet melaksanakan pelayanan harian, dan cara mereka untuk membeli produk yang mereka butuhkan,.
  2. setelah memahami kekhawatiran mereka, kita wajib menjalin komunikasi ke market kita agar konsumen merasa nyaman dan trust terhadap keamanan produk dan cara kta melakukan pelayanan terhadap setiap pesanan produk maupun jasa kita, kemudian juga menyediakan cara baru untuk bertransaksi untuk memenuhi keinginan customer seperti, Produk/jasa bisa di pesan secara online dan bisa diorder untuk lokasi jarak jauh.
  3. kemudian kita sebagai pemilik bisnis wajib memperhatikan fix cost dibisnis kita, karena kunjungan menurun, dan customer mengurangi keinginannya untuk membeli produk/jasa untuk penghematan, kita harus memperluas jangkauan pasar, agar mampu menutupi fix cost yang enjadi beban usaha bulanan, dengan cara memaksimalkan karyawan yang ada, yang tugasnya menjadi berkurang akibat pengunjungnya sedikit bisa dialihkan menjadi admin media social agar media socialnya aktif dan bisa mencari banyak customer secara online, dan tentunya bersaing dengan banyak usaha.
  4. negosiasikan tunggakan – tunggakan yang ada.
  5. perbesar layanan produk/jasa yang bersifat bisa dikirim jarak jauh dengan porsi lebih dari 50% produk siap kirim jarak jauh , sisanya produk biasa yang harus dibeli secara langsung.
  6. keamanan karyawan harus tetap dijaga, support karyawan  dengan memberikan multivitamin setiap hari, karena jika karyawan yang membeli sendiri, dikhawatirkan mereka akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk multivitamin setiap hari.
  7. lakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk keamanan bisnis dan customer
  8. sudah waktunya serius dengan branding.