Art

Patung

Seni Etsa Membawa Tisna Sanjaya hingga ke Jerman

Tak banyak seniman yang berhasil memperdalam seni etsa dalam berkarya. Bagi Tisna Sanjaya, seni etsa merupakan teknik sekaligus kemampuan yang terus menerus diasah pria kelahiran Bandung 1958 silam tersebut. Melalui seni etsa pula, Tisna memperdalam ilmunya hingga ke Jerman di dekade 1980-an. Dikutip dari Wikipedia, sebagai metode dalam seni grafis, etsa adalah proses menggunakan asam kuat untuk mengikis bagian permukaan logam yang tak terlindungi dan menciptakan desain pada logam. Etsa juga teknik yang paling penting dalam sejarah karya seni grafis (old master prints) dan masih tetap digunakan sampai sekarang. Di karya-karya yang terpajang di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, beragam seni etsa terlihat di pameran tunggal Tisna Sanjaya.

 

Sumber : https://hot.detik.com/spotlight/d-4106949/seni-etsa-membawa-tisna-sanjaya-hingga-ke-jerman

Keris

Desa Aeng Tong-Tong, Kampung Perajin Keris Madura

Hal apa yang terpikir untuk buah tangan ketika sampai di Madura? Selain camilan, Madura nyatanya punya hasil kerajinan tangan yang melegenda, yakni Keris. Sayangnya, buah tangan tersebut tak dapat ditemui di semua wilayah. Ada kampung khusus tempat perajinnya. Namanya Desa Aeng Tong-Tong. Desa Aeng Tong-tong adalah desa yang menjadi rumah bagi 640 Mpu—sebutan bagi perajin keris—di Sumenep. Kualitas mereka bahkan sudah diakui dunia.

“Sejak 2014, Sumenep telah mengukuhkan dirinya menjadi Kota Keris. Bahkan UNESCO telah juga menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai daerah perajin keris terbanyak di dunia, dan sebagian besarnya ada di Desa Aeng Tong-Tong,” ujar Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim. Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep adalah satu-satunya desa di Sumenep bahkan di Indonesia yang hampir 100 persen warganya adalah perajin keris. Keahlian membuat keris diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Konon, kebutuhan persenjataan Kerajaan Sumenep memang diproduksi di desa ini. Menurut Mpu Sanamo, salah seorang perajin keris di desa tersebut, mereka mempunyai rumah asli peninggalan nenek moyang yang masih dipelihara keasliannya sampai saat ini. Di dalamnya ada sebuah pusaka yang diikat di sebuah tiang rumah, dan tidak pernah dipindahkan sampai sekarang.

 

Sumber : https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/04/23/162600527/desa-aeng-tong-tong-kampung-perajin-keris-madura 

Festival dan Pameran

Kumpulan Potret Instalasi Karya Seni FKY 2020 di Museum Sonobudoyo

Tanpa diawali dengan iring-iringan karnaval, pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 tahun ini terasa sangat berbeda. Diselenggarakan secara terbatas, agenda FKY 2020 terbagi menjadi dua bentuk yakni daring serta luring. Kendati demikian, pengunjung yang berada di Kota Yogyakarta masih bisa menyaksikan pameran seni bertajuk ‘Akar Hening di Tengah Bising’ secara langsung dengan protokol kesehatan ketat serta beberapa ketentuan khusus. Bertempat di Kompleks Museum Sonobudoyo, sebanyak 33 seniman ikut berpartisipasi menampilkan karya kreatifnya mulai dari Senin (21/9) sampai dengan Sabtu (26/9) mendatang. Karya yang ditampilkan juga terbilang cukup beragam, mulai dari instalasi berupa patung, lukisan, fotografi dan masih banyak lagi lainnya. Untuk mengobati rasa penasaran Anda, berikut Suarajogja.id bagikan sekilas potret karya seni yang ada di FKY 2020, Rabu (23/9/2020).

 

 

 

 

 

Sumber : https://jogja.suara.com/read/2020/09/23/181719/kumpulan-potret-instalasi-karya-seni-fky-2020-di-museum-sonobudoyo?page=all

"Karnaval Sunyi" karya Alie Gapal
"Positively Negative" karya RU Collective and Friends
"Sailed to Death' karya Hristina Fernand
"Security dan Jeng Sri" karya Abdi Setiawan

Futuristik

Mengenal Tanbo Art, Uniknya Seni Melukis Sawah dari Jepang

Jepang dikenal memiliki berbagai festival dan budaya yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Selain itu, berbicara mengenai Jepang, selalu ada hal menarik yang dapat kamu temukan di sana. Salah satunya adalah seni menggambar yang unik. Mengapa unik? Karena jika umumnya media lukis yang dipakai berupa kanvas, kertas, atau benda lainnya. Sedangkan seni menggambar kali ini menggunakan media sawah. Adalah para petani yang ada di Desa Inakadate, di Prefektur Aomori, Jepang. Mereka telah membuat suatu karya seni dengan media areal persawahan yang disebut ‘Rice Paddy Art’ atau yang lebih dikenal dengan Tanbo Art.

Tanbo Art yang telah ada sejak tahun 1993 tersebut masih terus dipertahankan hingga saat ini. Dilansir Culture Trip, untuk membuat karya seni tersebut bukanlah hal yang mudah karena menggunakan media yang tak biasa yaitu areal persawahan. Agar menciptakan sebuah gambar yang menarik, setiap tahunnya para petani di Desa Inakadate menanam padi dengan warna yang berbeda untuk menciptakan karya seni baru dari mulai musim tanam hingga musim panen.

 

Sumber : https://kumparan.com/kumparantravel/mengenal-tanbo-art-uniknya-seni-melukis-sawah-dari-jepang-1549949019884175728/full