Mahasiswa Teknik Kimia Industri FV-ITS dituntut siap kerja langsung oleh industri kimia, manufaktur, dan energi yang haus lulusan vokasi berpengalaman. Himpunan Mahasiswa (HMTKI) melalui Departemen PROFIL ciptakan tiga program saling melengkapi: Public Lecture Chemical Engineering (PLCE) kuatkan teori, Company Visit (COMVI) kasih pengalaman lapangan, Job Entrance Training (JET) latih soft skill rekrutmen—paket lengkap wujudkan lulusan kompetitif.
PLCE 2025 hadirkan Dhaniar Rulandri (Cargill Indonesia) bahas rekayasa proses industri pangan—dari pengolahan bahan baku sampai quality control GMP—dan Yanu Pamungkas (Semen Indonesia) jelaskan optimasi unit proses semen, waste heat recovery, efisiensi energi. Dua perspektif ini hubungkan teori unit operasi kuliah dengan realitas pabrik, beri mahasiswa wawasan tren automasi dan process safety terkini.
COMVI tahun ini dua kloter maksimalkan eksposur: kloter 1 ke PT Minarak Brantas Gas (distribusi gas industri) dan PT Amerta Indah Otsuka (minuman GMP), kloter 2 ke PT Kimia Farma (formulasi farmasi) serta PT Wilmar (oleokimia skala besar). Mahasiswa tingkat 2 observasi langsung distilasi, heat exchanger, mixing tank, safety protocol—teori jadi nyata, industrial awareness meledak.
JET target angkatan 2021-2022 bekali networking dan mindset karier. Muhammad Duta Albany Satria ajari personal branding + relasi strategis, Rustini Hendra Wardani latih growth mindset adaptif. Hasil: CV profesional, simulasi interview, paham ekspektasi HRD—mahasiswa bukan cuma teknisi, tapi engineer siap bersaing.
Integrasi PLCE-COMVI-JET ciptakan lulusan hybrid: kuat teori, paham lapangan, jago rekrutmen. Industri dapat tenaga kerja plug-and-play, mahasiswa dapat edge kompetitif. Formula HMTKI FV-ITS: teori + praktik + soft skill = lulusan rekayasa proses siap pakai Indonesia Emas 2045.
Mahasiswa Teknik Kimia Industri FV-ITS dituntut siap kerja langsung oleh industri kimia, manufaktur, dan energi yang haus lulusan vokasi berpengalaman. Himpunan Mahasiswa (HMTKI) melalui Departemen PROFIL ciptakan tiga program saling melengkapi: Public Lecture Chemical Engineering (PLCE) kuatkan teori, Company Visit (COMVI) kasih pengalaman lapangan, Job Entrance Training (JET) latih soft skill rekrutmen—paket lengkap wujudkan lulusan kompetitif.
PLCE 2025 hadirkan Dhaniar Rulandri (Cargill Indonesia) bahas rekayasa proses industri pangan—dari pengolahan bahan baku sampai quality control GMP—dan Yanu Pamungkas (Semen Indonesia) jelaskan optimasi unit proses semen, waste heat recovery, efisiensi energi. Dua perspektif ini hubungkan teori unit operasi kuliah dengan realitas pabrik, beri mahasiswa wawasan tren automasi dan process safety terkini.
COMVI tahun ini dua kloter maksimalkan eksposur: kloter 1 ke PT Minarak Brantas Gas (distribusi gas industri) dan PT Amerta Indah Otsuka (minuman GMP), kloter 2 ke PT Kimia Farma (formulasi farmasi) serta PT Wilmar (oleokimia skala besar). Mahasiswa tingkat 2 observasi langsung distilasi, heat exchanger, mixing tank, safety protocol—teori jadi nyata, industrial awareness meledak.
JET target angkatan 2021-2022 bekali networking dan mindset karier. Muhammad Duta Albany Satria ajari personal branding + relasi strategis, Rustini Hendra Wardani latih growth mindset adaptif. Hasil: CV profesional, simulasi interview, paham ekspektasi HRD—mahasiswa bukan cuma teknisi, tapi engineer siap bersaing.
Integrasi PLCE-COMVI-JET ciptakan lulusan hybrid: kuat teori, paham lapangan, jago rekrutmen. Industri dapat tenaga kerja plug-and-play, mahasiswa dapat edge kompetitif. Formula HMTKI FV-ITS: teori + praktik + soft skill = lulusan rekayasa proses siap pakai Indonesia Emas 2045.