ARTIKEL, Keprofesian

Monopoli Streaming Service Oleh BUMN

Streaming service menjadi trend di zaman sekarang. Beberapa layanan streaming seperti Netflix, Amazon Prime Video, dan Hulu, merupakan layanan media berbayar layaknya Indovision dan UseeTV, dengan perbedaan utama di media penyampaiannya, yaitu melalui internet, dan bukan melalui satelit atau kabel coaxial.

Bagi pelanggan dari streaming service, terutama neflix, pasti tahu bahwa untuk mengaksesnya diperlukan layanan seperti VPN (Virtual Private Network), atau Proxy, layanan ini—yang gunanya untuk menyembunyikan aktivitas internet anda dari provider internet—diperlukan untuk mengakses streaming service seperti Netflix, karena berbagai provider internet BUMN telah memblokir akses ke streaming service ini. BUMN yang dimaksud ialah PT. Telekomunikasi Selular, dan PT. Telekomunikasi Indonesia, yang masing-masing pangsa pasarnya di Indonesia merupakan 41% dan 22%.

EdBUMN tersebut telah memblokir akses ke salah satu streaming service terbesar di dunia, dan mempromosikan streaming service yang telah bekerja sama dengan mereka (iflix), pada dasarnya memenuhi definisi monopoli. PT. Telekomunikasi Selular, dan PT. Telekomunikasi Indonesia juga tidak memberi alasan terhadap pemblokiran streaming service ini, jika anda mengakses situs netflix.com dengan layanan internet seperti Indihome—yang merupakan anak perusahaan dari PT. Telekomunikasi Indonesia—anda akan ditampilkan error Mercusuar, yaitu halaman yang ditampilkan oleh Indihome jika anda mengetik alamat website yang salah. Sementara untuk situs-situs lain, PT. Telekomunikasi Selular, dan PT. Telekomunikasi Indonesia memberi alasan terhadap pemblokiran sebuah situs, yakni, kekerasan, judi, pornografi, dll.

Pada dasarnya, PT. Telekomunikasi Selular, dan PT. Telekomunikasi Indonesia telah memblokir pesaing bisnis mereka di bidang streaming service untuk lebih dari 60% rakyat Indonesia. Sudah jelas hal ini merupakan praktik bisnis yang memalukan, terutama bagi sebuah BUMN yang merepresentasikan negara dalam bidang yang mereka tempati.

Tim Kajian Prokesma DINAKARA

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *