Ketersediaan bahan bakar fosil tertekan ketat akibat ketidakseimbangan permintaan global dan produksi, tandai babak baru krisis energi dunia. Indonesia, negara bergantung berat pada sumber tak terbarukan seperti batubara dan nikel, kini dorong inovasi teknologi ramah lingkungan. Pemerintah posisikan hidrogen sebagai pengganti utama bensin dalam transisi energi bersih—khususnya hidrogen hijau dari sumber terbarukan.
Kementerian ESDM anggap hidrogen pilar krusial dekarbonisasi energi nasional. Potensi kita melimpah: surya, angin, hidro hasilkan hidrogen hijau skala besar. PT PLN resmikan stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia, plus pionir Pabrik Hidrogen Hijau di Kamojang—pertama di Asia Tenggara. Harris, Kepala Balai Survei EBTKE ESDM, tegas: “Dalam 10 tahun, anak Anda mungkin tanya: ‘Papa, bensin itu apa?'”
Langkah konkret berlanjut. November 2024, PT PLN Pusertif tanda tangan MoU dengan PT RINA Indonesia saat pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 (15-17 April 2025, Jakarta Convention Center). Kerja sama ini dukung strategi nasional pengembangan hidrogen, termasuk sertifikasi teknologi dan ekosistem lengkap.
Hidrogen hijau jadi kunci transisi energi Indonesia menuju masa depan berkelanjutan. Produksi dari EBT tekan emisi nol, ganti fosil di transportasi-industri. Dampak ekonominya besar: ribuan lapangan kerja baru, tarik investor global, bangun industri hijau kompetitif. Dari Kamojang ke stasiun pengisian, ekosistem hidrogen mulai terbentuk—pimpin revolusi energi regional.
Dengan potensi alam dan komitmen kuat, Indonesia bisa jadi eksportir hidrogen hijau terdepan. Teknologi ini bukan mimpi: solusi nyata dekarbonisasi, kemandirian energi, udara bersih untuk generasi berikutnya.
Ketersediaan bahan bakar fosil tertekan ketat akibat ketidakseimbangan permintaan global dan produksi, tandai babak baru krisis energi dunia. Indonesia, negara bergantung berat pada sumber tak terbarukan seperti batubara dan nikel, kini dorong inovasi teknologi ramah lingkungan. Pemerintah posisikan hidrogen sebagai pengganti utama bensin dalam transisi energi bersih—khususnya hidrogen hijau dari sumber terbarukan.
Kementerian ESDM anggap hidrogen pilar krusial dekarbonisasi energi nasional. Potensi kita melimpah: surya, angin, hidro hasilkan hidrogen hijau skala besar. PT PLN resmikan stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia, plus pionir Pabrik Hidrogen Hijau di Kamojang—pertama di Asia Tenggara. Harris, Kepala Balai Survei EBTKE ESDM, tegas: “Dalam 10 tahun, anak Anda mungkin tanya: ‘Papa, bensin itu apa?'”
Langkah konkret berlanjut. November 2024, PT PLN Pusertif tanda tangan MoU dengan PT RINA Indonesia saat pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 (15-17 April 2025, Jakarta Convention Center). Kerja sama ini dukung strategi nasional pengembangan hidrogen, termasuk sertifikasi teknologi dan ekosistem lengkap.
Hidrogen hijau jadi kunci transisi energi Indonesia menuju masa depan berkelanjutan. Produksi dari EBT tekan emisi nol, ganti fosil di transportasi-industri. Dampak ekonominya besar: ribuan lapangan kerja baru, tarik investor global, bangun industri hijau kompetitif. Dari Kamojang ke stasiun pengisian, ekosistem hidrogen mulai terbentuk—pimpin revolusi energi regional.
Dengan potensi alam dan komitmen kuat, Indonesia bisa jadi eksportir hidrogen hijau terdepan. Teknologi ini bukan mimpi: solusi nyata dekarbonisasi, kemandirian energi, udara bersih untuk generasi berikutnya.