Bantu Tingkatkan Softskill KM ITS Lewat Ngopi Komunitas

Ngopi Komunitas Podcast yang diunggah di Instagram BEM ITS
Ngopi Komunitas Podcast yang diunggah di Instagram BEM ITS

BEM ITS, Surabaya – Softskill merupakan kemampuan diluar akademik yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Softskill bisa didapatkan dengan menambah pengalaman di organisasi, kepanitiaan, komunitas dan sebagainya. Guna membantu KM ITS dalam memberi wawasan dan ilmu mengenai komunitas, maka Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM ITS) mengadakan Program Kerja (proker) Ngopi Komunitas ini

Anggita Deva Ariyanti, ketua pelaksana dari proker ini mengatakan bahwa Ngopi Komunitas merupakan salah satu proker dari Kementerian Sosial Masyarakat (Sosmas) yang diadakan untuk membangun relasi strategis. Dalam mencapai hal tersebut, maka dilakukan kerjasama terhadap komunitas-komunitas sosial maupun stakeholder yang ada di Surabaya. ”Misalnya seperti Komunitas Arsa Surabaya, Kampoeng Djoeang, dan Komunitas Save Street Child Surabaya,” katanya.

Anggi menambahkan bahwa tema yang diusung pada Ngopi Komunitas tahun ini adalah komunitas dan edukasi. Tema tersebut dipilih karena BEM ITS juga ingin membangun relasi sekaligus media pemasaran bagi komunitas-komunitas maupun stakeholder dibidang sosial yang ada di Surabaya agar dapat dikenal oleh KM ITS. “Sehingga tidak hanya mengedukasi cara bersosialisasinya saja,” tuturnya.

Anggi sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa acara tersebut terbagi menjadi dua kegiatan secara daring yaitu Ngopi Komunitas Podcast dan Ngopi Komunitas Video Dokumenter. Ngopi Komunitas Podcast merupakan podcast wawancara dengan komunitas Arsa Surabaya dan Kampoeng Djoeang melalui Zoom Meeting. “Rekaman audio hasil wawancara tersebut kemudian akan diupload di akun Instagram BEM ITS tepat pada 17 September dan 16 Oktober 2021,” terangnya.

Melanjutkan hal tersebut, mahasiswa angkatan 2019 ini menjelaskan bahwa dalam Ngopi Komunitas Video Dokumenter akan membuat sebuah video dokumenter dari Komunitas Save Street Child Surabaya. Video tersebut diambil di lokasi Komunitas Save Street Child Surabaya berada. “Hasil dari pembuatan video dokumenter akan di upload di kanal youtube BEM ITS,” imbuhnya.

Anggi berharap dengan adanya Ngopi Komunitas ini dapat membuat KM ITS semakin mudah mengakses ilmu pada bidang sosial tepatnya. Tidak hanya itu, semoga acara ini juga dapat mewadahi KM ITS untuk dapat melepaskan penat akibat akademik perkuliahan. “Kami juga berharap agar proker Ngopi Komunitas ini akan terus ada di kepengurusan selanjutnya,” pungkasnya penuh harap. (bela)

Related Posts

Comments (0)

Leave a Comment